Sunday, 8 October 2017

[REVIEW] Film Horor Indonesia: Pengabdi Setan

Seumur hidup, sepanjang 22 tahun, aku nggak pernah ngerasa kayak gini.

Di dalam bioskop, aku nggak tahu mau nutup mata, telinga atau mulut. Soalnya aku cuma punya dua tangan, dan nggak bisa nutup ketiga pancaindra-ku yang super peka itu.

Tutup mata karena nggak mau dikagetin setan yang muncul tiba-tiba.
Tutup telinga karena nggak kuat sama suaranya yang bikin deg-degan.
Tutup mulut biar mulutnya nggak bawel umpat sana-sini gegara gemes sama filmnya pas udah siap mental berpasangka hantunya muncul eh nggak muncul-muncul, pas lagi haha hihi nikmati film eh tiba-tiba ada aja itu setan, gimana nggak bikin latah, latahnya jelek pula.

Udah kebayang gimana seremnya Pengabdi Setan? 

Awalnya mau pasang foto posternya, tapi ga berani google.
Aduh, aku kenapa jadi cemen banget gini, sih?-_-


"Film horor Indonesia sekarang udah nggak kayak dulu yang paha dan dada di mana-mana."

Aku setuju sama kebanyakan orang bilang seperti itu. Aku mengalaminya sendiri, dulu nggak ada hiburan lain selain terpaksa nonton film horor Indonesia yang mesum itu. Makannya, sampe sekarang aku rada trauma nonton film Indonesia sampai kemunculan film Pengabdi Setan.

Kalau ditanya, "Ceritanya gimana, sih?"
Jujur, aku sendiri nggak paham.

Karena...
Ya emang aku gapaham sama jalan ceritanya, kalo dibilang nggak masuk ke logika, ya emang enggak.

Ada beberapa bagian cerita yang bolong dan bikin aku mengerutkan dahi. Beberapa bagian yang nggak bisa aku terima. Kenapa gitu, sih? Kenapa gini, sih? Kenapa dia enggak gini aja?

Menurutku ada yang enggak selesai dengan ceritanya, banyak sesuatu yang belum dijelaskan, bahkan sampai di akhir cerita yang bikin aku kurang puas dengan alur ceritanya.

Bikin film itu emang ribet dan di sinilah aku HARUS menghargainya.

Alur Pengabdi Setan mungkin susah untuk aku nikmati, tapi selain unsur itu...

Pengabdi Setan adalah bukti kemajuan film horor di Indonesia.
Pengabdi Setan akan mengubah persepsi orang tentang "mesumnya film horor Indonesia" jadi pilihan film utama, bukan cuma karena nggak ada pilihan film lain.
Pengabdi Setan pastinya bikin sutradara-sutradara lain merasa termotivasi dan nggak heran kalau satu-dua tahun lagi film horor Indonesia bakal jadi sekeren Pengabdi Setan.

Dan yang bikin aku tambah kagum adalah pengemasan komedi yang disertakan dalam film Pengabdi Setan, iya ini film horor tapi ada bagian-bagian yang bikin kita ketawa, bagian lucu yang nggak garing dan nggak kelepasan.
Maksudnya nggak kelepasan itu, bagian komedinya nggak mendominasi, ya kayak kita minum teh yang manisnya pas, enak kan?

Well,
Dari kebanyakan film horor yang kutonton (yang sebagian adalah berasal dari barat), Pengabdi Setan cukup bikin aku lemes, capek dan sedikit parno sama hal-hal yang berhubungan sama film itu. Apalagi dengan kejutan double klimaks yang disajikan.

Aku sama sekali nggak berani mengingat-ingat kejadian, adegan-adegan, barang, tempat atau apapun yang berkaitan dengan film Pengabdi Setan. Terlalu dekat dengan kita di Indonesia, jadi bayanginnya cepet, gampang terus jadi takut deh.

Kalo film horor barat, kan, bentuk setan dan setting-nya beda sama Indonesia, susah bayanginnya.

Walau gitu, aku masih pengin nonton film Pengabdi Setan untuk kedua kalinya. Aku masih penasaran, bisa-bisanya aku yang nggak pernah takut dibikin sampe parno kayak gini.


Jadi kamu yang masih mikir-mikir buat nonton dan nyasar di blog ini. Kalau kamu penakut, aku menyarankan untuk: NONTON, tapi jangan sendirian kalau enggak mau mati lemes di dalem. 

Kalau kamu yang ngakunya penggemar film horor dan rada skeptis sama film horor Indonesiaa aku sarankan: NONTON JUGA, hebat kalau kamu kelar nonton dan bilang "filmnya biasa aja, nggak nakutin." 

No comments:

Post a Comment