Posts

[Review] Loving the Wounded Soul (Alasan dan Tujuan Depresi Hadir di Hidup Manusia), Regis Machdy

Image
"Depresi adalah penyakit yang sangat menganggu,  bahkan dapat dapat memunculkan keinginan untuk mengakhiri hidup bagi yang mengalaminya.  Di tengah pergulatan orang dengan depresi, banyak stigma yang melabeli sehingga mereka kesulitan untuk mendapatkan pertolongan."  Loving the Wounded Soul (alasan dan tujuan depresi hadir hadir di hidup manusia) ditulis oleh Regis Machdy, seorang penyintas depresi sekaligus akademisi psikologi yang menyelesaikan studinya dalam bidang kesehatan mental di Inggris.  Buku ini nggak hanya berisi tentang pengalaman orang depresi. Membacanya bikin aku semakin paham bahwa depresi itu adalah penyakit yang nyata. Dalam Loving the Wounded Soul bener-bener dijelaskan mengenai depresi berdasarkan studi ilmiah. Bahkan mempaparkan tentang hubungan-hubungan depresi dari berbagai lingkungan, gen, budaya, bahkan cuaca.   Setahun belakangan aku semakin akrab dengan mental health, meski begitu kadang stigma orang sekitar bikin aku kadang masih meragukan sendiri

Ngobrol sama cermin

Hai.  Hai.  Gimana harimu hari ini? Ya gitu. Kek biasanya  Biasa gimana?  Ya kayak kemarin  Kemarin hari Minggu Kayak hari Senin mingu lalu  Oh ya? Coba senyum  Iiiii .... :| Senyumnya gak tulus.  Ayok ngomong, hari ini ada apa? Aku ngabisin duit. Sejuta.  Buat apa? Beli aki motor. Beli ban belakang motor. Beli stand buat tablet. Beli album BTS. Beli temperglass hape. Beli tamperglass tablet. Beli softcase tablet. Beli clip on. Beli makan. Beli kopi.  Sebelum ngeluarin duit, ngerasa apa? Ngerasa bete, kesel, benci. Nggak bisa mikir jernih.  Karena...? Karena covid makin rame. Karena pengin makan banyak tapi gak bisa. Karena udah akhir bulan. Karena nyesel kemarin 2 hari nggak ngapa-ngapain selain tidur. Karena muak banget idup.  Sekarang lebih baik? Enggak, pen mati.  Yaudah sana.  Golden ticket masuk neraka, tauk.  Itu tahu. Terus mau gimana? Enaknya gimana? 

Teknik Mudah Menghadapi Orang Lain (Dari Buku: How to Win Friends & Influence People)

Bagi sebagian manusia, bersosialisasi dengan sesama merupakan suatu hal yang sulit untuk dilakukan, yang mungkin perlu diniatkan beberapa waktu sebelumnya. Mereka harus mengumpulkan energi lebih dulu untuk bertemu, mengobrol, bersikap ramah atau untuk sekedar tersenyum. Orang-orang yang paling capek jiwanya ketika habis presentasi, habis rapat, atau habis teleponan berjam-jam. Mereka menyebut dirinya seorang introvert. Orang-orang introvert anti banget melakukan hal-hal impulsif yang berhubungan dengan manusia, contohnya tiba-tiba diajak ngopi bersepuluh orang atau ketemu dengan calon mertua. Kalau mau ngajakin pergi, ajaklah mereka jauh-jauh hari. Jangan mendadak.  Tapi, kadang kehidupan kan berjalan tidak sesuai dengan rencana. Kadang ada satu hal yang hanya datang satu kali, dan kalau kita melewatkannya maka kesempatan ini nggak akan ada lagi di hidup kita.  Misalnya gini: partner kerjamu berencana untuk bertemu dengan calon vendor yang sudah diprospek cukup lama dan alot untuk menc

[Review] Alasan untuk Tetap Hidup, Matt Haig

"Sialan, aku punya segala sesuatu yang aku inginkan, kenapa aku tidak bahagia?" Akhir-akhir ini aku banyak membaca tentang hal-hal yang berkaitan dengan mental health. Artikel daring, buku-buku, mengikuti akun mengenai kesehatan mental. Setelah menyelesaikan beberapa buku, yang wacananya mau diibikin review juga, sampailah diriku pada "Alasan untuk Tetap Hidup" Alasan untuk Tetap Hidup berisi tentang Sang Penulis bernama Matt Haig menghadapi "serangan-serangan" pada mentalnya. Diagnosanya adalah Generalized Anxiety Disorder atau kecemasan parah yang membawanya pada kondisi depresi.  

Bagian Penting Ada di Paragraf Akhir.

Tiba-tiba aku ingin menulis di sini.  Belakangan aku sedang kurang bernafsu mengerjakan apapun.  Workout, senam, membaca, kerja bahkan rasanya semua memuakkan. Aku nggak ingin mengerjakan apapun, selain tidur.   Aku sebenarnya gak total berhenti menulis, aku masih menulis em sebenarnya masih rajin "curhat" di platform online. Hanya rasanya di sini sangat vulgar jadi awalnya dulu aku berencana blospot tempatku berbagi pengetahuan yang bisa dibaca oleh siapa saja. Namun kenyataannya, aku hanya menulis di sini sesekali lalu menghilang berbulan-bulan. Mengenaskan.  Jadi yah, aku di sini sekarang.  Seorang copywriter, hal pertama yang harus ia miliki sebelum menulis adalah pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca. Tapi saat ini aku sama sekali nggak tahu ingin menyampaikan apa. Diriku juga gak tahu yang aku tulis akan berakhir di mana, sekarang ini aku hanya menulis. Berpikir sesuatu yang baik bisa aku tulis. Karena saat ini aku sedang tidak ingin melakukan apapun, termasuk tid

Pesan Buat Mba Diah

Halo, Mba Diah! Kamu itu ibarat sabun di antara minyak dan air. Minyak dan air gak bisa bareng, tapi kalau dicampur sabun mereka akan menyatu. Aku dan Mas Agung mungkin dua orang yang punya karakter, cara kerja, visi, misi dan persepsi yang sangat berbeda, tapi di tengah-tengah kami ada Mba Diah. Mba Diah yang akhirnya membuat kita jadi menyatu, saling menguatkan dan saling berbagi. Gak hanya kebahagiaan, tapi juga keresahan serta kegelisahan satu sama lain. Itu yang Mba Diah miliki, dan kami butuhkan.   Awal Mba Diah menyelesaikan tugas bikin 30 desain, 30 video dan 30 foto, aku udah tahu bahwa Mba Diah adalah orang yang disiplin, dapat dipercaya dan punya mental yang tangguh. Aku sangat bangga bahwa Mba Diah menjadi salah satu dari bagian di hidupku, sebagi rekan kerja, sebagai teman bercerita.  

Pesan Buat Mba Vitra

Haiii, Lalaku sayang... Menyeimbangkan pekerjaan dan kuliah itu berat, ya? Tugas-tugas kuliah, dikejar target, dikejar costumer, ujian, konsultasi member, kelas online... Pasti nggak mudah menjalaninya sekaligus, pasti gak gampang bagi waktunya, tapi kamu bisa dan bertahan sampai sejauh ini,  Hampir tiga tahun. Kamu hebat, Mba Vit. Hebat.  Enggak semua orang bisa bertahan, enggak semua orang bisa tahan jam sembilan ngantor. sampai jam lima Habis ngantor ngerjain tugas sampai subuh. Besoknya lanjut kuliah, terus lanjut kerja. Enggak semua orang mau kayak gitu, Mba Vitra dengan dedikasi pada pekerjaan tetep CS-ing. Mba Vitra dengan dedikasinya pada pendidikan tetep kuliah dan mengerjakan tugas sendiri. Mba Vit, kalau kamu capek, lelah, kamu boleh kok istirahat.. Kalau kamu kesel, silakan nangis. Pundakku siap menenangkanmu. Dompetku siap mentraktirmu es krim biar gak sedih lagi. Es krim Aice aja tapi ya.  Mba Vit, kita udah lama kerja bareng. Aku harap kita terus saling menguatkan satu s