[ASAL REVIEW] Tentang Kamu, karya Tere Liye

Tentang Kamu berkisah tentang perjalanan mencari sebuah kebenaran. Adalah Zul (btw, nama aslinya Zaman Zulkarnaen, tapi ketika ada yang memanggil dia "Zul" aku jadi merasa terpanggil, hehe) pengacara yang harus melaksanakan amanat dari seorang perempuan tua yang sudah meninggal. Perempuan misterius bernama Sri Ningsih, membuat Zul menyelami kehidupan yang penuh haru. Perjalanan yang memberikan Zul bahwa hidup adalah tentang perjuangan yang nggak pernah berakhir hingga akhir hayat. 

Tentang perjalanan, lagi. 
Sebelumnya, aku membaca novel karya Tere Liye yang berjudul Rindu. 


Di novel itu, aku senang sekali karena berhasil menahan diri sendiri untuk nggak melewatkan deskripsi panjang dan juga berhasil menghapal dengan baik nama-nama tokoh yang banyak. Hal yang jarang banget kulakukan ketika membaca novel. Itu semua nggak bakal terjadi kalau bukan karena gaya bahasa Tere Liye. 

Dalam Tentang Kamu, aku juga masih suka dengan penuturan bahasa yang digunakan oleh Tere Liye. Lugas dan enggak berbelit-belit. Tetapi ketika menyelesaikan Tentang Kamu perasaannya beda ketika aku menyelesaikan Rindu. Aku pun lebih banyak membaca 'lompat-lompat' di Tentang Kamu, apalagi di bagian menuju akhir cerita. Menurutku, Tere Liye buang-buang halaman. Terlalu banyak pengulangan. Meski dalam versi yang berbeda, tetapi intinya sama dan aku sebagai pembaca udah nggak butuh informasi itu lagi. Banyak hal-hal yang sudah diungkapkan, lalu diungkapkan lagi oleh tokoh lain. Okelah untuk memperkuat karakter, tetapi jujur aku enggan membacanya. Aku sudah tahu Sri Ningsih itu hebat dari kisah-kisahnya. Nggak perlu lagi ada orang yang menjelaskan kehebatannya. Aku jadi berpikir, emang beneran ada orang kayak gini?

Kemudian, Tentang Kamu rasanya 'novel banget' dan 'fiksi banget'. Tentang Kamu memang sebuah novel fiksi, tetapi buatku jalan ceritanya berasa terlalu diskenario. Nggak mulus. Takdir rasanya terlalu kejam terhadap Sri Ningsih sampai-sampai ia harus berpindah negara. Tokoh antagonisnya juga kok rasanya drama banget. Mungkin memang ada yang sangat membenci seseorang, tapi masak iya ada yang sampai memburunya ke negara lain dan mengurung orang sampai 50 tahun tanpa diketahui siapa pun?

Memang iya, ada penjelasan tentang hal-hal yang kuanggap nggak masuk akal itu. Tetapi hanya berupa paragraf singkat, itu pun hanya diungkapkan oleh satu pihak. Padahal di situlah kunci dalam cerita. Entahlah, tetapi rasanya Tere Liye kurang cocok jika menulis cerita misteri.

Di luar itu, yang masih dan selalu kukagumi dari pikiran seorang Tere Liye adalah kemampuannya dalam membuat jalan cerita yang rapi dan penuh makna. Semua orang pasti setuju, beliau merupakan penulis cerdas. Yang nggak cuman bisa menyuguhkan cerita tetapi juga memberikan pesan-pesan yang teramat dalam serta membekas di relung setiap pembacanya. Pesan yang hacep banget buat aku di Tentang Kamu ketika Sri Ningsih mengatakan:

"Jika kamu gagal 1000x, pastikan kamu bangkit 1001x.  

Jujur, aku bingung mau ngasih nilai berapa. Mau ngasih 3, kok kayaknya resek banget (mengingat semua pembaca gooreads.com rata-rata memberi nilai 5) karena penilaianku hanya berdasarkan selera pribadi, bukan secara umum. Mau ngasih nilai 4, tetapi novel ini lebih banyak mengandung ketidaksesuaian dengan perasaanku saat membacanya.  Mungkin aku kasih nilai 3.5 saja, dan memberi nilai 4 di goodreads. 

Comments