Tuesday, 17 November 2015

Review Here, After (Mahir Pradana)

Judul : Here, After (Cerita cinta berakhir di sini)
Penulis : Mahir Pradana
Jumlah Halaman : 197 hlm
Tahun Terbit : 2012(cetakan kelima)

Blurb:

SUATU SAAT, cinta itu pernah ada. Dan aku melihatnya pergi tanpa sempat kucegah sama sekali.
Sejak itu, hari-hari terasa sulit untuk dijalani. Aku bahkan sulit untuk tersenyum pada bayanganku sendiri di cermin -- karena saat itu aku tahu, hanya aku sendiri yang terlihat di situ. Meskipun kedengarannya tak masuk akal, sering aku berharap bisa membalikkan waktu. Aku bahkan bersedia memberikan apa yang selama ini terpendam begitu saja di hati.
Suatu saat, cinta itu pergi. Menyisakan sejuta penyesalan karena tak cukup sigap menahannya tetap berada di sini...

Review:
Suka. Itulah satu kata yang bisa aku tulis tentang buku Here, After karya Mahir Pradana ini. Buku ini aku pinjam dari salah seorang temanku. Ketika kutanyakan, “Bukunya bagus, nggak?” Dia hanya menjawab, “Lumayan.” Jawaban temanku itu membuat aku ragu-ragu untuk membaca Here, After. Namun, ketika aku membaca blurb-nya (tulisan di belakang cover yang mewakilkan isi novel), aku tertarik. Apa lagi kalau bukan karena tema yang selalu membuatku tergila-gila: Patah Hati.
Here, After berisikan tentang kumpulan cerita dari orang yang saling berhubungan. Di setiap bab-nya, orang-orang ini memiliki masalah cinta sendiri dan memiliki akhir masing-masing. Tentu saja, setiap akhirnya bab mampu  membuat hati teriris-iris. 
Here, After menunjukkan bahwa bukan hanya jatuh cinta yang memiliki banyak cara untuk menyatukan dua orang. Patah hati pun memilikinya. Bukan cerita tentang jatuh cinta saja yang bisa membuat kita tersenyum-senyum sambil berteriak, “Pengeeen…” Patah hati juga bisa membuat kita nangis kejer. Here, After mengangkat tema cinta dari sisi pahitnya. 
Yang menurutku paling berperan besar dalam novel ini adalah karakternya. POV yang dipilih adalah POV 1 (sudut pandang orang pertama) yang setahuku sih, memang digunakan untuk pendalaman karakter. Dan yang paling membuatku berdecak kagum adalah dalam Here, After terdapat 10 tokoh sentral yang memiliki karakter yang sama sekali berbeda! Aku sendiri heran, bagaimana Mahir Pradana membuat karakter sebanyak dan segenius itu menjadikannya dalam bentuk cerita? Mau diajarin dong, Kakak… Hehehe.
Intinya, buku ini KEREN, dan untuk kekerenannya aku memberi empat bintang di goodreads.com. Terus satu bintangnya? Satu bintangnya masih di aku, habisnya novelnya kurang tebel, sih. :p 

No comments:

Post a Comment