Sunday, 14 June 2015

Malam Minggu (lagi)

Ini malam minggu. Aku lagi di sekre, karena Monika (lagi-lagi) meninggalkan teman kos sekaligus teman sekelasnya ini. Tadinya nggak niat menginap, sih, tapi karena sesuatu dan sesuatu dan sesuatu kemudian terjadilah sesuatu, akhirnya aku memutuskan untuk menginap di sekre. Mencegah rasa galau yang takutnya menyerang tiba-tiba saat aku sendirian di kamar.

Bicara tentang galau, yah, sebulan terakhir ini emang aku nggak jauh-jauh dari kata itu. Ujung-ujungnya pas lagi melamun, lagi di perjalanan, dan lagi kosong, ada aja quotes yang tercipta dari pikiranku. 

"Baru kusadari, tanpa ikatan justru membuat kita kian menjauh. Akhirnya, pada satu titik, rasa itu akan habis dan kita akan berjalan di jalur masing-masing tanpa mencari kembali cara menyatukan jalur itu. Karena kamu sudah terlalu tak peduli dan aku sudah terlalu lelah untuk peduli."
Quotes di atas dibuat beberapa hari yang lalu, jadi ceritanya seperti biasa dia muncul setelah seminggu aku mati-matian usaha buat pura-pura lupa sama itu orang. Akhirnya yah yah begitulah... Tapi itu buatnya dari hati, jadinya asli curhat. 

Jujur, aku lelah. Lelah yang tidak terdefinisi dan itu kadang-kadang kalau dipikir menyiksa sekali. Hmmm, nggak usah dibahas lagi tentang makna detail quotes itu ya. Ntar sekre jadi banjir air mata kan nggak lucu.

Ada lagi qoutes yang aku buat tadi selama perjalanan satu jam menuju panti asuhan. Dan sayang kalau dibuang, tapi bikin galau kalau disimpen terus dalam notes handphone. 
"Move on itu bukan tentang menemukan yang baru, tetapi tentang mengikhlaskan dan menghargai yang telah berlalu." 
Yah, nyari yang baru emang gampang. Tapi untuk ikhlas dan menghargai hal-hal yang sudah berlalu, rasanya masih susah, karena saat ini aku belum ikhlas sepenuhnya... Kenapa? Lagi-lagi karena sesuatu yang nggak bisa aku definisikan.

Sebenarnya bukan nggak bisa, mendefinisikan susuatu yang aku rasain sekarang itu malah bikin sakit hati-_-

No comments:

Post a Comment