Better

Sepanjang hidup, aku enggak pernah merasa terinspirasi ini.

Aku ini generasi twitter, segala informasi kuakses dari twitter. Sempat move ke Path, yang akhirnya ku-uninstall. 

Sama juga kayak Instagram. 
Sign out dari instagram adalah hal yang sebenarnya aku takutkan-karena takut nggak up to date lah, takut ga melek teknologi,  takut kalo punya foto bagus nggak mau diposting di mana, takut ini-itu. Kemudian, pada satu titik aku bener-bener bertekad buat sign out. Ajaibnya, udah hampir 3 bulan aku nggak buka instagram milikku dan aku masih hidup. 

Ketakutan kemarin itu nggak terbukti. Aku jadi sadar kalau hadirnya Path atau Instgram ternyata nggak ngaruh-ngaruh amat buat hidupku. Aku butuh karena dia ada, kalo nggak ada, ya nggak papa juga. 


Dan aku berkesimpulan salah satu kunci dari marketing sebenernya: "Menjual itu nggak harus selamanya produk yang menjawab kebutuhan orang, tapi justru menciptakan kebutuhan buat orang."

Sekarang, satu-satunya social media yang masih kubuka tiap hari adalah Twitter, kerna kontennya masih ramah, masih informatif, dan masih menyenangkan. 

Pekerjaan mengharuskan aku untuk mencari insight dari sisi manapun, belajar dari platform apapun, salah satunya kudapat dari dari akun .@Strategi_Bisnis Di sana sering share tentang informasi bisnis dan marketing, namun malam ini aku menemukan satu postingan yang sangat menarik buat aku, yang bisa kamu klik di sini. 

Isinya tentang bagaimana kita bisa memperbaiki daya diri atau kupahami sebagai gimana kita memperbaiki sikap pantang menyerah, punya jiwa yang memiliki elastisitas. 

Dan bagaimana caranya?

Change your habit.

Kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten, disebutkan antara lain: habit membaca buku, berolahraga, berdoa, bersyukur, tahajud, tafakur, on time, baca al-quran, makan sehat, menulis dan yang lainnnya.

BANYAK, IYA EMANG BANYAK. TAPI NGGAK SEBANYAK RASA CINTAKU PADAMU KOK! 

Iya emang banyak, tapi nggak harus semua kebiasaan dilakuin semua kok. Kita cukup bangun satu habit dulu semacam habit trigger, nantinya good habits lain bakal mengikuti, ini namanya spillover habit.

Terus kebiasaan apa yang sebaiknya dimulai lebih dulu?
Ada studi yang menjelaskan bahwa ketika kita sudah berhasil membangun aktivitas fisik (kebiasaan olahraga), maka kita bakal cendeerung membangun habit yang lainnya. 

Informasi ini kudapat malam ini. 
Dan secepat itu, aku putuskan untuk membangun 2 habit. 

Pertama, habit menulis. Aku bertekad seminggu sekali tiap hari Selasa aku akan menulis, apapun. Toh, sebenarnya aku punya banyak materi posting, tapi mungkin kau terlalu banyak yang terposting, jadilah menulis blog hanya angan-angan.
Kedua, habit olahraga. Yang sebenarnya sudah kucanangkan sejak awal tahun, tapi ya selalu dan selalu terjadi, smenagat menurun akhirnya aku berhenti di jogging ke-6. Aku coba lakukan perubahan, Seminggu kemarin aku coba untuk simple workout yang hanya 10 menit perharinya.
 

Jadi, habit apa yang akan kamu mulai?

Comments