Posts

Showing posts with the label good vibes

Teknik Mudah Menghadapi Orang Lain (Dari Buku: How to Win Friends & Influence People)

Bagi sebagian manusia, bersosialisasi dengan sesama merupakan suatu hal yang sulit untuk dilakukan, yang mungkin perlu diniatkan beberapa waktu sebelumnya. Mereka harus mengumpulkan energi lebih dulu untuk bertemu, mengobrol, bersikap ramah atau untuk sekedar tersenyum. Orang-orang yang paling capek jiwanya ketika habis presentasi, habis rapat, atau habis teleponan berjam-jam. Mereka menyebut dirinya seorang introvert. Orang-orang introvert anti banget melakukan hal-hal impulsif yang berhubungan dengan manusia, contohnya tiba-tiba diajak ngopi bersepuluh orang atau ketemu dengan calon mertua. Kalau mau ngajakin pergi, ajaklah mereka jauh-jauh hari. Jangan mendadak.  Tapi, kadang kehidupan kan berjalan tidak sesuai dengan rencana. Kadang ada satu hal yang hanya datang satu kali, dan kalau kita melewatkannya maka kesempatan ini nggak akan ada lagi di hidup kita.  Misalnya gini: partner kerjamu berencana untuk bertemu dengan calon vendor yang sudah diprospek cukup lama dan alot u...

l.o.v.e

Image
beberapa hari belakangan aku menahan diri untuk tidak menulis tentang bagaimana perasaanku yang ternyata tidak selamanya merasa baik-baik saja.  menuliskan bagaimana betapa aku berusaha sekuat hatiku untuk mengatakan pada diri sendri "hidupku baik. yang kulakukan adalah hal baik. aku akan selalu baik-baik saja."  kalau bukan karena komitmen yang sudah kubuat pada diri sendiri bahwa aku akan hanya menulis dan membagikan hal-hal dan perasaan-perasaan yang baik saja, mungkin aku sudah menulis banyak sekali keluhan.  tapi enggak.  aku nggak mau mengingkari janji yang aku buat sendiri, terlebih untuk kebaikanku sendiri.  jadi ketika punya perasaan yang kurang baik. aku akan tetap diam, nggak mengumbar pada siapapun dan tidak menulisnya. aku menunggu, menunggu perasaanku menjadi nyaman dan baik kembali.  lalu aku akan menulis, seperti sekarang.

Tentang Hidup Menjadi Manusia

Image
Menjadi manusia adalah pilihan yang terkadang terlupakan.  Menjadi manusia adalah menjadi sebaik-baiknya makhluk yang ada di muka bumi. Manusia berpikir, manusia berperasaan, manusia bergerak bebas. Tak ada satu pun makhluk di bumi yang memiliki ketiganya, selain manusia. Tentang menjadi mahkluk paling Agung yang diciptakan dari bagian-bagian kompleks. Manusia tertawa, manusia menangis, manusia bahagia. Kau mungkin tak tahu, aku juga manusia. Aku berpikir, meski terkadang tak jauh. Aku memiliki perasaan, meski terkadang terlihat tidak. Aku selalu ingin bergerak bebas, meski dalam hidup selalu ada aturan. Kau mungkin tak tahu, aku juga manusia. Aku bisa tertawa menanggapi lucunya suatu prilaku. Aku tertawa meski itu terpaksa.  Aku juga bisa menangis dan tersedu sedih, meski aku berusaha sekuat tenaga untuk tidak. Dan aku merasakan berkah yang sungguh bermakna, aku merasakan bahagia meski orang lain berpikir aku tidak.  Tentang hidup menjadi manusia. Buk...

Tips Sukses Menjadi Pengusaha ala Jack Ma

Image
"and if you want to be a successful people an entrepreneur, remember you need IQ, EQ, and LQ..."  Mungkin kamu udah tahu Jack Ma, mungkin enggak. Jack Ma adalah seorang CEO dari Alibaba Group, pioner e-commerce terbesar di dunia. Hal yang paling menarik dari dirinya adalah He's rich. Dia termasuk jajaran orang terkaya nomer 3 di China, dan masuk jajaran 10 besar terkaya di dunia tekno.  Bisa dikatakan, Jack Ma lebih berpengaruh dan terkenal daripada presiden China sendiri. Karena tiap orang menyebut China, entah mengapa yang terlintas pertama kali adalah Alibaba dan Jack Ma.

Sifat Penting yang Harus Dimiliki Pekerja: Gelas Kosong & Baby Eyes

Image
Tahu nggak, seberapa penting karakter dalam sebuah organisasi? Lebih spesifik lagi, tepatnya seberapa penting karakter dalam kehidupanmu?  Aku akan mengatakan... penting. Sangat penting. Setuju? Dari banyaknya sifat baik yang kamu tahu, kamu miliki dan kamu jaga agar menjadi sebuah sifat yang menempel pada dirimu, ada dua sifat yang sangat diperlukan, terutama dalam lingkungan profesional seperti lingkungan kerja atau organisasi. Sifat penting yang harus dimiliki seorang pekerja adalah pertama: menjadi sebuah gelas kosong. 

Hal Penting yang Harus Diketahui Sebelum Resign

Image
Aku sempat kesal dan menyayangkan dengan orang-orang yang memutuskan untuk resign dari pekerjaannya.  "Kenapa harus resign, sih? Padahal di sini kan bahagia-bahagia aja..." "Kurang enak apa sih?" "Apa sih yang kamu pikirkan sampai harus resign segala?" Makin ke sini, aku semakin nggak peduli amat dengan alasan orang yang pengen resign. Aku hanya percaya, keputusan itu yang terbaik buat mereka.  Kepercayaan yang kupunya setelah aku sendiri yang resign. 

(Sepertinya) Penting

Image
Kadang kamu nggak pernah tahu, bahwa apa yang kamu katakan atau perbuat kepada seseorang bisa berefek besar dalam hidupnya. Padahal itu mungkin hal-hal sepele dan kamu juga nggak mikir melakukannya. Tapi hal sepele itu bisa membekas di hati seseorang. Tanpa kamu sadari. Selama 20 tahun, ada 2 orang yang omongannya bikin diriku merenung dan akhinya berubah, baik dalam bersikap maupun berpikir. Dua-duanya mungkin cuma asal ngomong, nggak punya tujuan apa-apa. Tapi efek omongan mereka berdua ini bikin aku inget sampe sekarang dan mengubah diriku.
Image

Kaizen: Be Better Everyday

Image
Di tulisan yang sebelumnya , aku ngasih tahu kalau Kaizen itu salah satu budaya perusahaan yang diterapkan di tempatku bekerja saat ini.  Terus apa sih, Kaizen ini? Nyontek dari laman-nya Wikipedia:  Kaizen (改善) merupakan istilah dalam bahasa Jepang yang bermakna "perbaikan berkesinambungan". Filsafat kaizen berpandangan bahwa hidup kita hendaknya fokus pada upaya perbaikan terus-menerus. Ya intinya menjadi lebih baik setiap harinya, setahun belakangan "Kaizen" itu selalu diulang-ulang, dikatakan, diingatkan oleh siapa saja terhadap siapa saja. Bikin aku terbiasa dengan kata itu. Yang mau aku tulis di sini, tentang game  setahun silam. Game yang berdasar pada konsep pengembangan diri satu ini. Game yang akhirnya pemainnya mati. Game yang bikin aku ngerasa patah hati paling hebat selama bekerja. 

bersyukur.

Image
Ramadan nggak Ramadan, yang selalu aku syukuri adalah; aku sangat-sangat-sangat bersyukur dikaruniai teman-teman yang berhati emas.  Jadi ceritanya aku punya tugas yang harus dikumpulkan hari Selasa besok, tugasnya disuruh menganalisis satu halaman koran selama satu minggu berturut-turut, yang mana tugas kayak gitu berarti harus ngumpulin koran yang sama dengan halaman yang sama. Dan hal kayak gitu sulit kulakukan untuk aku yang hidupnya nomaden ini.  Untungnya, aku punya teman. 4 orang teman yang sangat paham kalau manajemenku terhadap waktu antar kuliah dan pekerjaan itu sangat buruk.  Kemudian mereka berinisiatif untuk memberikanku satu space halaman Koran buat aku doang, padahal mereka bisa aja nggak peduli. Bisa aja mereka nge-keep punya sendiri dan halaman lainnya di keep orang lain.  Belum lagi, tiap ada tugas atau ada ujian mereka nggak keberatan buat mengirimkan hasil tugas atau memfoto catatan mereka biar bisa kucontek. Belum lagi, mereka m...

SAYA DEAL DONE!

Image
Tiap perusahaan itu ada namanya corporate culture, kalo di Indonesia kan artinya: Budaya Perusahaan. Kemaren kuliah kebetulan dapet materi tugas ini juga, jadi ya sedikit paham lah. Ya, walaupun aku mengerjakan bagian kesimpulan doang.  Idealnya, setiap perusahaan itu punya budaya masing-masing. Budaya yang harus dipahami oleh tiap-tiap orang yang berada di perusahan itu. Gunanya? Ya agar visi dan misi perusahaan tercapai. Gitu sih menurut teori.  Meski kantorku bisa dibilang rada nyeleneh dengan yang lainnya, corporate culture juga ada di tempatku berkerja, lho. Dan alasan terbesarku bertahan sampai 1,5 tahun di sini ya karena budayanya itu. Budaya yang menurutku cukup unik, dan beda dari yang lain. Ada 3 budaya inti: Ceria, Kaizen, Deal Done.  CERIA KAIZEN DEAL DONE

3 Things Magical

14 Menit sebelum hari Rabu.  "Rasa  dan Realita." Apa itu? Penjelasannya bisa kamu cek sendiri di video ini.   Intinya, apa yang sedang kita rasakan akan berpengaruh sama realita yang bakal kita dapatkan. Kalau punya rasa yang baik, maka hal yang baik juga yang aka terjadi dan begitu sebaliknya.  Karena nggak ada namanya 'kebetulan', semua yang terjadi sama kita baik atau buruk, adalah feedback dari rasa yang kita pancarkan kepada semesta.  Dua minggu lalu, dalam seminggu aku merasa merasa sangat-sangat beruntung. 3 hal ajaib terjadi, mungkin bagi bebrapa orang terlihat suatu 'kebetulan' atau hal-hal yang biasa terjadi. Tapiii, buat aku adalah hal yang luar biasa karena dalam saat ini aku merasa bisa mengendalikan nasib yang mana dengan kekuatan macam itu, bahkan aku bisa membuat Aang menang tanpa menguasai pengendalian api, air, bumi dan udara.  Pertama,  Pekerjaanku waktu itu sedang keteteran sekali, karena aku harus melaksa...

Better

Image
Sepanjang hidup, aku enggak pernah merasa terinspirasi ini. Aku ini generasi twitter, segala informasi kuakses dari twitter. Sempat move ke Path, yang akhirnya ku-uninstall.  Sama juga kayak Instagram.  Sign out dari instagram adalah hal yang sebenarnya aku takutkan-karena takut nggak up to date lah, takut ga melek teknologi,  takut kalo punya foto bagus nggak mau diposting di mana, takut ini-itu. Kemudian, pada satu titik aku bener-bener bertekad buat sign out. Ajaibnya, udah hampir 3 bulan aku nggak buka instagram milikku dan aku masih hidup.  Ketakutan kemarin itu nggak terbukti. Aku jadi sadar kalau hadirnya Path atau Instgram ternyata nggak ngaruh-ngaruh amat buat hidupku. Aku butuh karena dia ada, kalo nggak ada, ya nggak papa juga.