Selamat 58 Tahun, Yah...

Waw, sudah setengah abad lewat delapan tahun satu-satunya orang yang kupanggil "ayah" ada di dunia-Mu ini. Dialah yang paling banyak mengecap pahit-manis kehidupan di antara semua anggota keluarga. Dia banyak belajar dari pahit-manisnya kehidupan tersebut, sehingga dia bisa menjadi kepala keluarga yang terbaik menurutku. Dia, orang yang paling sabar menghadapi kami semua--anak dan istrinya--yang memiliki pola tingkah berbeda dan selalu membuatnya berpikir keras cara menghadapi kami satu per satu. Walau terkadang, aku tahu dia lelah. Walau terkadang, terlihat dari mata tuanya bahwa ia juga ingin dihadapi dengan sabar oleh kami. Tapi, ia tak pernah mengeluh tentang sikap kami itu. Ia selalu bisa memaklumi jika ada sikap yang buruk dari kami. Ia mengerti bahwa sikap itu bukan semata-mata kami jahat, ada motif dibalik sikap tersebut. Dia tahu. Dia mengerti. Dan dia memaklumi. 

Aku tahu, dia selalu berusaha menjadi orang yang paling dekat dengan kami. Dia ingin menjadi teman berbagi cerita untuk kami. Dan dia selalu marah jika ada satu hal yang kami sembunyikan darinya. Mungkin dia benar. Tapi kami tak sepenuhnya salah jika kami menyembunyikan sesuatu darinya. Kami hanya tak ingin dia terlalu khawatir kepada kami. Kami hanya ingin ia menikmati masa tuanya dengan duduk di teras rumah dan menghirup udara sore hari tanpa beban, dan berpikir bahwa kami baik-baik saja di perantauan. 

Hahaha... Tapi itu tidak mungkin, kan? Dia adalah orang yang paling tangguh yang kukenal. Dia tak akan menghabiskan waktu hanya dengan duduk dan merenung. Dia akan melakukan apa saja yang bisa ia lakukan. Sekalipun hal tersebut ujung-ujungnya akan membuat penyakitnya kambuh :( Dan jika sudah begitu, ia hanya mampu tergolek di ranjang berhari-hari. Ibu, satu-satunya orang yang tinggal bersamanya hanya mampu mengurusinya seusai ia bekerja. Selama Ibu bekerja, dia mengurus dirinya sendiri dalam keadaan sakit. Tak jarang ia meneleponku jika dalam keadaan seperti itu, dan itu membuatku ingin kembali ke sana, ke kampung halaman. Mengurus orang yang sudah mengurusku selama 18 tahun.

Selamat ulang tahun, Yah... 
Semoga Allah senantiasa melindungimu...

Salam rindu,
Ananda Zulaikha Amalia Siregar

Comments