Wednesday, 28 September 2016

Selamat Menempuh Hidup Baru, Zulaikha Amalia Siregar A.Md (Ahli MaDang)!

Setelah melewati huru-hara persiapan menuju wisuda, akhirnya di hari Sabtu tanggal 24 September 2016, akhirnya aku resmi menjadi salah satu alumni dari 1.740 mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta. YEAY!

upload-nya di sini aja.
aku nggak suka liat wajahku bermake up wkwk

cantik, ya? cantik dong! :p

Tapi nyatanya aku nggak sebahagia sesuai seharusnya. 


Karena apa? Karena sesungguhnya dunia perkuliahan adalah dunia yang paling membahagiakan dari sekian banyak jenjang kehidupan yang sudah kualami. Di masa perkuliahan aku bisa ketemu banyak orang dengan macam-macam latar belakang pendidikan dan geografi. Di masa perkuliahan aku bisa pulang pukul tiga pagi tanpa ada yang mengomeli (weits yang ini jangan ditiru). Cuman waktu kuliah waktu yang kupunya fleksibel, aku bisa main kapan aja. Nggak kayak orang yang sudah kerja yang waktu santainya cuman pas weekend. 

Nggak juga sih. Harusnya aku nggak boleh kayak gitu. 

Aku baru sadar ketika aku menulis betapa bahagianya masa kuliahku barusan. Sebenarnya semua masa itu sama aja. Semua periode hidup itu sama aja. 

Mungkin aku merasa terlalu nyaman berada di masa kuliah itu. Sampai ketika aku diharuskan untuk lulus dan meninggalkan masa kuliah, aku jadi sedih. Rasanya sama kayak dipaksa putus dari pacar pas lagi sayang-sayangnya. 

Kalo kamu nggak pernah putus, coba kamu suruh pacarmu putusin kamu dulu. Atau kalo kamu nggak punya pacar coba bayangkan kamu lagi haus di hari yang panas terus kamu pesen es teh, pas es tehnya mau diminum eh gelasnya jatuh. 

Tapi, orang yang putus aja harus move on demi mendapatkan pasangan yang lebih baik. Jadi aku berkesimpulan: aku juga harus move on dari masa kuliah dan menjadi orang yang lebih baik ketika sudah bekerja nanti,

Sadis nggak kata-kataku? Udah bisa jadi motivator? Mumpung pamor Bapak MT lagi turun, nih. 

Walaupun aku males banget ikut prosesi wisuda kemaren (huru-hara, aku nggak suka keramaian, wisuda artinya aku resmi pengangguran dan alasan-alasan yang terlalu sinis lainnya), tapi rasanya aku jadi orang aneh banget kalo nggak ikut larut dalam euforianya. Dandan. Beli sepatu heels. Dijahitkan kebaya khusus wisuda. Foto keluarga. Dan lain-lain.

TERBAIK! :* ILU

Prosesi wisuda kira-kira dilakukan selama dua jam, mulai pukul setengah delapan sampai setengah sepuluh. 

Belum sampe langkah kaki pertama keluar ruangan, badanku udah geser kanan-kiri karena terdorong orang yang nggak sabar nunggu keluarganya yang wisuda keluar. 

Pas itu rame banget, aku bahkan nggak bisa jalan dengan tenang. Pasti susah banget nyari ummi di antara ratusan orang ini, malah pulsaku habis pula. Pft.

"Jul.. Juuuuul.." Cintia manggil-manggil aku, terus dia megang tanganku. "Jul, kowe karo aku wae. Aku nggak ada temene... Aku cuman punya koweee. Juuul jangan tingalin akuuu.." Ini anak kenapa sih?
"Aku mau cari Ibuku." 
"Aku juga, yowis cari bareng-bareng, ya." Akhirnya kami berdua di tengah-tengah kerumunan orang berpegangan tangan kayak saudara kembar yang mencari induknya.  
"Punya pulsa nggak, Cin? Telepon ibukku dong. Pulsaku habis."
"Nggak punya. Kalo aku punya nggak mungkin aku bingung nyariin ibuku, Jul." 

Pft. Ternyata Cintia sama aja kayak aku. Terus apa gunanya kita berdua gandengan tangan sambil nyari ibuk masing-masing?-_-

Cintia mulai putus asa, karena udah sepuluh menitan dan kami berdua nggak ketemu ibu kami. "Jul, ibuk kita pekok banget, ya. Mereka kok nggak nyariin aku dan berinisiatif nelepon kita yooo... pftt."
"Heh, bisa-bisanya ngatain ibuk sendiri pekok!" sahutku geli. 

Tapi ya gimana lagi, bener juga sih. Wkwk. 

Habis ngomong gitu, Ibunya Cintia nelepon dan marah-marahin Cintia karena ibunya denger kalo Cintia abis ngatain ibunya pekok. 

Eh, enggak deng. Ibunya Cintia beneran nelepon tapi buat ngasih tahu posisinya di mana, yang segera Cintia susul dan dia meninggalkanku, padahal ibuku belum ketemu. 

TEGA

Terus pada akhirnya aku ketemu Ibuku, 
Rasanya pengin cepat-cepat balik, tapi kayak yang aku bilang tadi bakal aneh dan nyesel banget kalo nggak ikut euforia wisuda. Jadi aku memilih menyambangi teman-teman sekelas yang belum diwisuda. Terus foto sama Mon. Habis itu, aku didatangi oleh Mega, Wheny, Lutfy, dan Virgin. Mereka ini teman-temanku dari UKM Taekwondo UNS, yang sebenarnya, sesuai postinganku yang ini, aku sedang menjauh dari apa-apa yang berkaitan dengan itu. Makannya jadwal kelulusanku kurahasiakan, tetapi malam sebelum wisuda Mega sama Wheny gencar banget nanyain aku kapan wisuda. Akhirnya taraaa... mereka datang membawa kebahagiaan. :3 Nggak mungkin aku bilang aku nggak seneng dengan kehadiran mereka. Aku seneng dan kangen. Banget. Hiks. *lap ingus*

Heyyy, makasih sudah datang! Makasih mobilnya. Makasih bunganya.
Makasih selamatnya. Makasuh semuanya! :3

Sehabis foto-foto sama Mega dan kawan-kawan, ayah terus nelepon buat aku segera balik ke mobil. Akhirnya dengan terpaksa aku pun balik, padahal setelah aku balik anak-anak kelasku pada foto. T.T

Sampai mobil, kami langsung cus mau makan. Tapi ternyata di luar ada Ecik, Dhesi, Rabul, Momon, Yoga, dan April. Mereka jauh-jauh motoran dari Jogja buat datang ke wisudaku!!!! :D 
Awalnya mereka bilang mereka mau pergi ke wisudaku dan disupiri oleh Broto naik mobil, berhubung Broto-nya lagi ada acara jadi aku berkesimpulan kalo mereka nggak akan datang. Aku nggak mungkin kan setega itu nyuruh mereka dateng motoran??

Tapi ternyata mereka dateng. :3 AAAK BIKIN TERHARU. 

Mwa mwa :3
Habis dari situ keluargaku dan teman-teman dari jogjaku itu makan bersama. Sehabis makan, kami berpisah: keluargaku ke PGS lalu pulang, dan teman-temanku ke Solo Square lalu pulang. 

Sampai sini selesai sudah huru-hara wisuda. 
Yang ada selanjutnya adalah hidup yang baru (cieleh).

Oh, ya. Terakhir yang kurasa perlu dikasih ucapan spesial adalah Zaka. Orang yang rela jemput aku jam sepuluh malam di H-1 wisuda dan malam-malam sebelumnya. Dia juga yang udah menunjukan jalan menuju kampus kepada keluargaku yang nggak tahu jalan. Kalo nggak ada Zaka mah, entah sama siapa lagi aku harus minta tolong. Mari kita doakan semoga Zaka sukses menjadi dokter yang berguna bagi nusa dan bangsa! Jadi kelak aku atau keluargaku bisa berobat gratis. He-he-he. =



Lulus tahun depan ya, Zak! :D 



2 comments:

  1. happy graduation zulaikha semoga bisa menjadi sarjana muda yang banyak di butuhkan orang ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih belum sarjana mba, secepatnya inshaa allah. hehe.

      ammiin... makasih doanya mba ^^

      Delete