Judul : Pada Senja Yang Membawamu Pergi Penulis : Boy Candra Penerbit : GagasMedia Tahun Terbit : 2016 (cetakan pertama) Jumlah Halaman : 248hlm Blurb: Apakah kau ingat saat kita berjanji untuk saling membahagiakan? Katamu, setiap perasaan yang tumbuh adalah sebuah alasan. Alasan bahwa hati patut dipertahankan. Namun, cinta saja belum cukup menyatukan mimpi yang berbeda di antara kita. Dan, menepati janji ternyata tak semudah mengucapkannya. Apakah kau juga tahu bahwa kenangan bersamamu selalu muncul tiba-tiba? Tak ada satu perasaan pun yang mampu kusembunyikan ketika mengingatmu. Namun, aku sadar. Harapan-harapan yang dulu sempat memudar, harus kubangun lagi dan kumulai. Bukankah tak salah bila aku ingin mengulang rasa yang dulu pernah ada? Meski kutahu, rasa itu tak akan benar-benar sama. Karena, cinta bukan tentang bagaimana rasa itu jatuh, melainkan bagaimana ia tetap bisa hidup di dada ...
Di twitter @dhesputnir sama @anggitasekarl lagi berdebat tentang 'cowok paling kece di anime'. Dan kayaknya pemicu dari perdebatan mereka berdua itu aku, hahaha. Padahal aku cuma nanya sama Dhesi, cowok anime yang kira-kira cocok sama karakternya Virgo di cerpenku yang Virgo, Oh Virgo . Karena aku yang aku tau cuma Detective Conan, jadi aku menyimpulkan cowok paling kece di anime itu, yaa para Gosho Boys._. Gosho Boys itu.. kayaknya sih cowok-cowok yang berumur sama dan mempunyai pemikiran jenius yang ada di Detective Conan.
Pernahkah kau merasakan? Dadamu sesak seperti ada sesuatu yang mendesak untuk keluar.Tapi, bahkan unutk mengeluarkannya, kau saja tidak tahu apa yang ingin keluar itu. Hm.. Mungkin kau tahu, semacam penyesalan, kemarahan dan kerinduan. Yakinlah padaku, semua itu adalah kombinasi perasaan yang sangat buruk. Kombinasi ketiganya hanya mampu membuatmu meningis setiap malam. Tanpa tahu, penyesalan, kemarahan dan kerinduan kepada dan atas apa. Keu tidak tahu kenapa kau menyesal. Ku tidak tahu kenapa kau marah. Dan kau tidak tahu mengapa kau rindu. Namun.. Jika kau terus membiarkannya terus hinggap di dalam hatimu, perasaan itu akan membuatmu sulit bernapas dan akhirnya kau mati. Kau ingin melepas semuanya, ingin sekali, tapi apa yang kau lakukan? Kau masih dan terus saja menangisinya. Menyakitkan, bukan? Aku tahu. Itu sungguh dan sangat menyiksa. Jangan tanya. Aku tahu, karena akulah yang merasakannya
Comments
Post a Comment