Thursday, 10 March 2016

Tadi Parkir Di Mana?

Aku paling nggak bisa menghapal tempat aku parkir, apalagi parkir di antara motor yang banyak berjejer-jejer. Seperti kalo kita parkir di basement mall.  Aku selalu mengandalkan orang atau teman yang pergi bersamaku untuk menghapal hal macam ini. Tapi kalau aku terpaksa sendiri dan parkir di basement, aku sengaja mencari tempat strategis dan menandai tempat itu. Biar nggak salah tempat. 

Cara tandainnya biasa aja sih, diliat terus diinget, nggak kayak kucing yang ngendus-ngendus terus gesek-gesekin bokongnya di tempat yang ia tandain. Meski kalo boleh dilakukan kayaknya aku bakal milih ngendus-ngendus itu motor dan daerah sekitarnya, soalnya menurut penelitian indra penciuman itu lebih mudah diingat dari pada penglihatan. Tapi kalo aku ngelakuin itu, tentu aja aku dikira siluman srigala. 

Ini bukan ceritaku sih, meski aku sering juga lupa parkir motor, padahal aku udah berusaha mengingat semampuku. Tapi aku nggak sepolos  dua temanku yang bakal aku ceritain ini. 

Mereka bernama Cintia dan Monika. Dua orang yang hanya akur kalau lagi foto, pada kenyataannya kalau udah ketemu, yang mereka lakukan hanya berdebat hal-hal nggak penting berjam-jam dan menganggu ketenangan hidupku. 

Mungkin mereka berdua berjodoh, sampai mereka berdua harus magang di kota yang sama, Surabaya.

Karena kemarin tanggal merah, mereka berdua merencanakan untuk jalan-jalan berdua ke salah satu mall besar di Surabaya. 

Sepertinya semua berjalan lancar dan mereka bersenang-senang, sampai Cintia mengirim voice note yang isinya bisa didengar di sini. Cintia bilang, “Sil.. Jul.. aku kesel, aku nyari motor ket ndek mau ra ketemu ningg parkiran. Gilak motore susah banget nyarie ning parkiran yo…” Itu voice note pertama. Lima menit kemudian Cintia mengirimkan voice note lagi, “30 menit lho kita nyari motor ra ketemu-ketemu, bayangno…” 

Aku membalas dengan emotikon tertawa. Mereka masih panik nyari motor sempet-sempetnya mengirimkan voice note. Sampai sepuluh menit kemudian, voice note dari Cintia datang lagi. Isinya ngasih tahu kalo ternyata mereka salah basement. Ternyata mereka parkir di lantai bawahnya. Dan untung, motornya langsung ketemu. 

Ini salah parkirannya, mall-nya yang terlalu besar atau kedua krocoku yang kurang gizi, sih?

Pesan moral dari sini adalah: 
1. Kalau kamu ngerasa punya ingatan yang cetek dan baru pertama parkir di mall luar kota, ada baiknya kamu mencatat atau mendokumentasi tempat parkirmu. Biar nggak kejadian muter-muter setengah jam di tempat yang salah. Itu sama kayak nyari jodoh tapi di tempat yang isinya sesama jenis.
2. Ini pesan moral yang paling penting. Jangan mau berteman dengan Cintia Nuranggraini, anak Mojokerto penderita jomblo kronis. Kalau ketemu dia, tolong culik dan hanyutkan ke sungai terdekat. Atau kalo baik hati, boleh disumbang otaknya dikit buat dia biar agak normal. =))


Tolong ya, yang ketemu sama anak ini.
Tolong dirawat baik-baik. Kalo dia nyebelin,
buang aja ke TPU terdekat. 


No comments:

Post a Comment